Kajian Tata Urutan Materi Ajar Bahasa Indonesia SD

I.          PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Pendidikan adalah proses dimana masyarakat melalui lembaga-lembaga pendidikan (sekolah, perguruan tinggi, atau lembaga-lembaga lain), dengan sengaja mentransformasikan warisan budayanya, yaitu pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan, dari generasi ke generasi. Semakin berkembang peradaban manusia, semakin berkembang pula permasalahan yang dihadapi pendidikan, sehingga semakin menuntut kemajuan manusia dalam pemikiran-pemikiran yang sistematik tentang pendidikan. Hal tersebut tentu saja menyebabkan pembentukan materi ajar yang ada dalam pembelajaran untuk peserta didik harus menyesuaikan kepada  peserta didik dan kemajuan manusia dalam pemikiran-pemikiran yang sistematis.

Materi ajar Bahasa Indonesia di SD yang disampaiakan dalam pembelajaran juga harus memenuhi tata urutan (sekuens) serta ruang lingkup (scope) yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. Namun, apa yang ada di sekitar para pengajar masih banyak yang belum mengetahui atau memahami tentang pembentukan sekuens serta scope materi ajar yang sesuai dengan peserta didik mereka. Para pengajar terlalu terpaku pada materi yang telah ada dalam buku ajar tanpa menganalisis terlebih dahulu ketepatan sekuens serta scope materi ajar dengan peserta didik.

Berdasarkan hal tersebut, tentunya para pengajar harus mengetahui lebih mendalam mengenai sekuens dan scope bahan ajar yang akan disampaikan. Oleh karena itu, makalah ini membahas mengenai cara menentukan tata urutan (sekuens) materi ajar Bahasa Indonesia SD, cara menentukan ruang lingkup (scope) materi ajar Bahasa Indonesia SD, serta analisis tata urutan dan ruang lingkup materi ajar Bahasa Indonesia SD berdasarkan kurikulum.

 

1.2    Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah cara menentukan tata urutan (sekuens) materi ajar Bahasa Indonesia SD?
  2. Apa saja faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan tata urutan (sekuens) materi ajar Bahasa Indonesia SD?
  3. Bagaimana cara menentukan ruang lingkup (scope) materi ajar Bahasa Indonesia SD?
  4. Bagaimana analisis tata urutan dan ruang lingkup materi ajar Bahasa Indonesia SD berdasarkan kurikulum?

     

1.3    Tujuan

  1. Untuk mengetahui cara menentukan tata urutan (sekuens) materi ajar Bahasa Indonesia SD.
  2. Untuk mengetahui faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan tata urutan (sekuens) materi ajar Bahasa Indonesia SD.
  3. Untuk mengetahui cara menentukan ruang lingkup (scope) materi ajar Bahasa Indonesia SD.
  4. Untuk mengetahui analisis tata urutan dan ruang lingkup materi ajar Bahasa Indonesia SD berdasarkan kurikulum.

 

 

  II.     PEMBAHASAN

2.1  Cara Menentukan Tata Urutan (Sekuens) Materi Ajar Bahasa

Indonesia SD

Bahan ajar diperlukan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Bahan ajar tersusun atas topik-topik dan sub-subtopik tertentu. Tiap topik atau subtopik mengandung ide yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Topik-topik atau subtopik tersusun dalam sekuens tertentu yang membentuk suatu tata urutan bahan ajar. (http://ridwanaz.com/ umum/bahasa/pengertian-kalimat-definisi-kalimat/html)

Sekuens atau urutan yaitu susunan bahan pelajaran atau pengalaman belajar menurut aturan tertentu secara berurutan (M. Ali:1992). Ukuran ini disusun sedemikian rupa sehingga bahan yang disajikan untuk kelas 2 berbeda dengan kelas 3 dan seterusnya. Lebih jelas lagi bahwa setiap bahan disusun secara sistematis mempunyai horizontal antar bidang studi satu dengan yang lainnya, sedangkan secara vertikal hubungan itu menunjukkan itu bahwa yang ada kelanjutannya untuk lebih didalami ditingkat berikutnya. Bahkan pengalaman-pengalaman belajar yang disusun itu harus memberi jenjang kemudahan pada anak-anak untuk dianalisis selama proses belajar berlangsung.

Urutan penyajian (sekuens) bahan ajar sangat penting untuk menentukan urutan mempelajari atau mengajarkannya. Tanpa urutan yang tepat, jika di antara beberapa materi pembelajaran mempunyai hubungan yang bersifat prasyarat (prerequisite) akan menyulitkan siswa dalam mempelajarinya. Misalnya materi menyimpulkan isi bacaan. Siswa akan mengalami kesulitan mempelajari materi tersebut apabila siswa belum bisa membaca dengan lancar. Materi pembelajaran yang sudah ditentukan ruang lingkup serta kedalamannya dapat diurutkan melalui dua pendekatan pokok, yaitu pendekatan prosedural, dan hierarkis.

  1. Pendekatan prosedural: urutan materi pembelajaran secara prosedural menggambarkan langkah-langkah secara urut sesuai dengan langkah-langkah melaksanakan suatu tugas.
  2. Pendekatan hierarkis:urutan materi pembelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Materi sebelumnya harus dipelajari dahulu sebagai prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya. (http://filsafatmeningkatkantaraf hidup.blogspot.com/2012/06/scope-and-squence-pengembangan.html)

Beberapa pendekatan yang telah disebutkan diatas dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan sekuens bahan ajar yang tepat. Secara lebih mendalam Nana Syaodih S. (2005: 105-107) mengungkapkan ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar diantaranya adalah sebagai berikut.

2.1.1Sekuens Kronologis

Untuk meyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu, dapat digunakan sekuens kronologis. Peristiwa-peristiwa sejarah, perkembangan historis suatu institusi, penemuan-penemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis.

2.1.2 Sekuens Kausal

Masih berhubungan erat dengan sekuens kronologis adalah sekuens kausal. Siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa atau situasi lain. Dengan mempelajari sesuatu yang menjadi sebab atau pendahulu para siswa akan menemukan akibatnya. Menurut Rowntree (1974: 75) “ sekuens kausal cocok unutk menyusun bahan ajar dalam bidang meteorologi dan geomorfologi”.

2.1.3  Sekuens Struktural

Bagian-bagian ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tertentu. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengan strukturnya. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik, tanpa terlebih dahulu mengajarkan pemantulan dan pembiasan cahaya, dan pemantulan dan pembiasan cahaya tidak mungkin diajarkan tanpa mengajarkan masalah cahaya. Masalah cahaya, pemantulan, dan alat-alat optik tersusun secara struktural.

2.1.4  Sekuens Logis dan Psikologis

Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis. Rowntree (1974: 77) melihat perbedaan antara sekuens logis dengan psikologis. Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan, dari yang sederhana kepada yang kompleks, tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian, dari yang komplek kepada yang sederhana. Menurut sekuens logis bahan ajar disusun dari yang nyata kepada yang abstrak, dari benda-benda kepada teori, dari fungsi kepada struktur, dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa.

2.1.5  Sekuens Spiral

Dikembangkan oleh Bruner (1990). Bahan ajar dipusatkan pada topic atau pokok bahan tertentu. Dari topic atau bahan tersebut bahan diperluas dan diperdalam. Topik atau bahan ajar tersebut adalah sesuatu yang popular dan sederhana, tapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks.

2.1.6  Sekuens Rangkaian ke Belakang

Dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. Contoh, proses pemecahan masalah yang bersifat ilmiah, meliputi 5 langkah yaitu: (a) pembatasan masalah; (b) penyusunan hipotesis; (c) pengumpulan data; (d) pengetesan hipotesis; (e) interpretasi hasil teks. Dalam mengajarnya mulai dengan langkah (e), kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d), dan siswa diminta untuk membuat interpretasi hasilnya (e). pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain dari langkah (a) sampai (c) dan siswa diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya.

2.1.7  Sekuens berdasarkan Hierarki Belajar

Model ini dikembangkan oleh Gagne (1965), dengan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis, kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai siswa, berturut-turut sampai dengan perilaku terakhir. Untuk bidang studi tertentu dan pokok-pokok bahasan tertentu hierarki juga dapa mengikuti hierarki tipe-tipe belajar dari Gagne. Gagne mengemukakan 8 tipe belajar yang tersusun secara hierarkhis mulai dari yang paling sederhana: signal learning, stimulus-respons learning, motor-chain learning, verbal association, multiple discrimination, concept learning, principle learning, dan problem-solving learning. (Gagne, 1970:63-64).

2.2    Faktor-faktor yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Tata

Urutan (Sekuens) Materi Ajar Bahasa Indonesia SD

Mengingat begitu pentingnya tata urutan materi dalam pembelajaran, maka dalam menentukan urutan bahan ajar hendaknya dapat mempertimbangkan beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:

2.2.1        Taraf  Kesulitan Bahan Pelajaran

Pada umumnya bahan yang mudah dan sederhana lebih dahulu diberikan daripada yang sukar dan kompleks.Tak selalu mudah menentukan yang manakah yang mudah dan yang sukar. Namun bahan pelajaran memang mempunya tingkat-tingkat kesukaran. Makin banyak unsur yang terlibat dalam suatu masalah, makin kompleks problema itu makin tinggi taraf kesulitannya. Karena kenyataan itu maka dalam penempatan bahan pelajaran perlu dipertimbangkan taraf kesulitannya.

2.2.2        Apersepsi atau Pengalaman Lampau

Sesuatu yang baru hanya dapat di pahami berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki. Karena itu diusahakan adanya kontinuitas dalam bahan pelajaran. Pelajaran yang lampau menjadi syarat untuk memahami pelajaran baru.

Dalam memperoleh pemahaman, individu belajar melalui pengalaman. Cara coba-coba untuk memperoleh pemahaman erupakan suatu yang penting, karena menghasilkan pengalaman yang dapat direorganisasi manakala menghadapi situasi yang sama.

2.2.3        Kematangan Anak

Kematangan diakibatkan oleh perkembangan intern, pertumbuhan syarat atau fisiologis dan dianggap tidak dapat di pengaruhi oleh banyak faktor di luar. Dalam teori sering kita katakan bahwa bahan pelajaran harus disesuaikan dengan kematangan anak, tanpa sebenarnya mengetahuinya dengan jelas.

2.2.4        Usia Mental Anak

Setiap anak mempunyai kemampuan mental yang berbeda-beda. Memberikan bahan yang sama kepada anak yang tinggi dan rendah intelegensinya pasti merugikan anak, sehingga bahan pelajaran diberikan menurut sekuens yang sesuai dengan kesanggupan anak.

2.2.5        Minat Anak

Minat anak menjadi faktor utama dalam penentuan bahan dan urutannya disekolah yang “child centered”. Dalam penempatan bahan pelajaran minat anak sudah sewajarnya perlu diperhatikan, apalagi minat yang timbul sebagai akibat perkembangan anak. Minat dapat timbul berdasarkan pengatahuan yang diperoleh dari pelajaran-pelajaran lampau.

Beberapa hal dapat diusahakan untuk membangkitkan motif belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pengajaran yang berarti bagi anak, menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (discovery), menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Sesuatu bahan pengajaran yang berarti bagi anak disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir anak, dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif, anak banyak terlibat dalam proses belajar dapat membangkitkan motif belajar yang lebih berjangka panjang. (http://hidayah-cahayapetunjuk.blogspot.com/2012/03/organisasi-kurikulum.html)

2.3    Cara Menentukan Ruang Lingkup (Scope) Materi Ajar Bahasa Indonesia SD

 

Scope yaitu ruang lingkup keseluruhan pengelaman belajar yang akan diberikan kepada siswa yang sudah berbentuk bidang studi (misalnya Bahasa Indonesia SD) yang diperinci menjadi pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang mengandung ruang lingkup bahannya sendiri. Secara lebih mendalam scope berkaiatan juga dengan  luas bahan pelajaran, jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar pada berbagai tingkat perkembangan anak guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan. (http://filsafatmeningkatkantarafhidup.blogspot. com/2012/06/ scope-and-squence pengembangan. html)

Dalam menentukan scope materi ajar mengenai apa yang harus diajarkan kepada peserta didik merupakan masalah yang semakin sulit  bagi para pengajar. Beberapa penyebabnya antara lain:

  1. Bahan pelajaran cepat bertambah luas karena eksplosi ilmu pengetahuan. Spesialisasi dalam pendidikan semakin meluas dan tiap spesialisasi memerlukan bahan pelajaran tambahan. Selain itu, waktu belajar terbatas demikian pula kemampuan anak untuk menguasai bahan pelajaran.
  2. Belum ada kriteria yang pasti tentang bahan apa yang perlu diajarkan. Juga belum ada cara tentang mengorganisasi kurikulum yang dapat diterima oleh semua.
  3. Matapelajaran yang tradisional tidak lagi memadai. Timbul pula tujuan baru seperti berpikir kritis dan kreatif, memahami lingkungan sosial dan memahami dunia internasional.
  4. Matapelajaran baru ditambahkan sedangkan matapelajaran lama masih disampaikan sehingga beban belajar anak bertambah berat dan membuat pengetahuan anak tersebut dangkal tentang aneka ragam bidang. (Nasution, S. 1994)

 

2.4    Analisis Tata Urutan dan Ruang Lingkup Materi Ajar Bahasa Indonesia SD berdasarkan Kurikulum

Analisis tata urutan dan ruang lingkup materi ajar Bahasa Indonesia SD dikaji dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Semester 2 yang dikaitkan dengan kurikulum KTSP tahun 2006. Uraian lengkapnya sebagai berikut.

2.4.1        Kajian Tata Urutan dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Semester 2 dikaitkan dengan Kurikulum

 

Identitas Buku

Judul                    : Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas

Penulis                  : Edi Warsidi dan Farika

Penerbit                : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Kelas /Semester    : IV / 2

Tahun                   : 2008

 

 

No.

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Penemapatan dalam Buku Teks

1.

Mendangarkan

  1. Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun

 

5.1  Menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan

 

Pelajaran 10

  1.  Mari, menyampaikan 

 kembali isi pengumuman

5.2  Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat

Pelajaran 8

  1. Mari, menirukan pembacaan pantun

 

2.

Berbicara

  1. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi berbalas pantun dan bertelepon

6.1    Berbalas pantun dengan lafal dan intonasi yang tepat

 

Pelajaran 8

  1. Mari, berbalas pantun

6.2    Menyampaikan pesan yang diterima melalui telepon sesuai dengan isi pesan

 

Pelajaran 10

  1. Mari, menyampaiakan pesan

3.

Membaca

  1. Memahami teks melalui membaca intensif, nyaring, dan membaca pantun

7.1  Menemukan kalimat utama pada tiap paragraph melalui membaca intensif

Pelajaran 6

  1. Mari, menemukan   kalimat utama

 

7.2  Membaca nyaring suatu pengumuman dengan lafal dan intonasi yang tepat

Pelajaran 9

  1. Mari, membaca pengumuman

 

7.3  Membaca pantun anak secara berbalasan dengan lafal dan intonasi yang tepat

 

Pelajaran 7

  1. Mari, membaca pantun

4.

Menulis

  1. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman, dan pantun anak

8.1    Menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll)

 

Pelajaran 6

  1. Mari, menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana

8.2    Menulis pengumuman dengan bahasa yang baik dan benar serta memperhatikan penggunaan ejaan 

 

Pelajaran 9

  1. Mari, menulis pengumuman

8.3    Membuat pantun anak yang menarik tentang berbagai tema (persahabatn, ketekunan, kepatuhan, dll) sesuai dengan ciri-ciri pantun

 

Pelajaran 7

  1. Mari, membuat pantun

 

 

Berdasarkan hasil analisis buku teks Bahasa Indonesia SD kelas IV semester 2 yang dikaitkan dengan kurikulum, dapat diketahui bahwa materi ajar dalam buku teks tersebut telah mencakup seluruh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang tercantum dalam kurikulum. Dalam penyusunan materi ajar, buku teks tersebut tidak mengurutkan berdasarkan urutan Kompetensi Dasar dalam kurikulum namun mengurutkannya berdasarkan sekuens tertentu. Buku teks tersebut juga menyajikan materi berdasarkan aspek kebahasaan (mendengarkan, berbicara, membaca, menulis) yang berbeda dalam satu bab/pelajaran. Penentuan materi ajar dalam satu bab dipilih dari aspek kebahasaan yang saling berhubungan dengan didasarkan materi ajarnya. Oleh karena itu, materi ajar dalam buku teks Bahasa Indonesia SD kelas IV semester 2 yang ditulis oleh Edi Warsidi dan Farika telah sesuai dengan kurikulum dan penyusunannya didasarkan oleh sekuens tertentu yang memperhatikan keterkaiatan aspek kebahasaan antar materi.

2.4.2        Kajian Tata Urutan Materi Ajar dalam Buku Teks Bahasa Indonesia

SD Kelas 4 Semester 2 berdasarkan Jenis Sekuensnya

No.

Bab Pelajaran/ Tema

Pokok Bahasan

Materi Ajar

Sekuens Materi Ajar

1

Pelajaran 1: Peristiwa di sekitarku

  1. Menemukan kalimat utama

 

 

 

  • Menemukan kalimat utama di setiap paragraf
  • Menemukan pikiran pokok
  • Menjelaskan isi teks dengan kalimat runtut

 

Sekuens spiral

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekuens struktural

 

  1. Menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana

 

  • Menentukan tema atau topik karangan
  • Menentukan gagasan pokok karangan
  • Menyusun kerangka karangan
    • Menulis karangan dengan gaya penceritaan yang menarik

 

 

 

Sekuens berdasarkan hierarki belajar

2

Pelajaran 7: Pentingnya menjaga persahabatn

  1. Membuat pantun

 

 

 

 

 

  • Membuat pantun sederhana
    • Membacakan pantun yang telah dibuat dengan lafal dan intonasi yang tepat.

Sekuens struktural

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekuens berdasarkan hierarki belajar

 

 

 

  1. Membaca pantun

 

 

  • Membaca pantun dengan lafal dan intonasi yang tepat
  • Menjelaskan isi pantun
  • Menyimpulkan ciri-ciri pantun.

Sekuens struktural

 

 

 

3

Pelajaran 8:

Bergembira dengan permainan

  1. Menirukan pembacaan pantun

 

 

 

 

  • Menirukan pembacaan
  • Menjelaskan isi pantun
  • Menyimpulkan ciri-ciri pantun

Sekuens berdasarkan hierarki belajar

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekuens berdasarkan hierarki belajar

 

 

 

 

 

  1. Berbalas pantun
  • Berbalas pantun dengan memperhatikan gaya pembacaan dan kejelasan pengucapan kata atau kalimat.
  • Menilai pembacaan pantun teman.

 

Sekuens struktural

4

Pelajaran 9:

Berwisata ke kebun binatang

  1. Menulis pengumuman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Menulis pengumuman dengan bahasa yang baik dan benar
  • Mengenal pemakaian tanda baca titik (.) dalam menulis pengumuman
  • Memperbaiki penulisan pengumuman

 

Sekuens spiral

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekuens berdasarkan hierarki belajar

2     Membaca pengumuman

  • Membaca pengumuman
  • Menjelaskan isi pengumuman

Sekuens struktural

5

Pelajaran 10:

Sopan santun berkomunikasi

  1. Menyampaikan pesan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Menerima telepon sesuai dengan sopan santun bertelepon
  • Menuliskan pesan sesuai dengan yang didektekan penelepon
  • Meyampaikan pesan sesuai dengan isi pesan.

 

Sekuens berdasarkan hierarki belajar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekuens spiral

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Menyampaikan kembali isi pengumuman
  • Mencatat pokok-pokok pengumuman
  • Menuliskan isi pengumuman kedalam beberapa kalimat
  • Menyampaikan isi pengumuman dengan tepat kepada orang lain
  • Mengenal kalimat majemuk setara
  • Menggabungkan kalimat

Sekuens berdasarkan hierarki belajar

 

Berdasarkan hasil analisis buku teks Bahasa Indonesia SD kelas IV semester 2 yang ditulis oleh Edi Warsidi dan Farika dapat diketahui bahwa penyusunan materi ajar dalam buku teks tersebut menggunakan beberapa sekuens diantaranya sekuens struktural, sekuens spiral, dan sekuens berdasarkan hierarki belajar. Penggunaan sekuens tersebut dalam setiap pokok bahasan telah mempertimbangkan faktor-faktor seperti taraf kesulitan bahan pelajaran, apresiasi atau pengalaman lampau, kematangan anak, usia mental anak, dan minat anak. Oleh karena itu, tata urutan materi ajar buku teks Bahasa Indonesia SD kelas IV semester 2 yang ditulis oleh Edi Warsidi dan Farika telah sesuai digunakan sebagai buku panduan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa SD kelas 4.

2.4.3        Analisis Tata Urutan dan Ruang Lingkup  Materi Ajar dalamBuku Teks Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Semester 2

 

Kelas/

Smt.

No

Bab

Wacana

Analisis

Sekuens

Scope

IV/2

1

Pelajaran 6:

Peristiwa di Sekitarku

Jangan Jajan Sembarangan

  • Wacana tersebut secara umum sudah sesuai untuk diberikan kepada siswa siswa SD kelas 4. Bahasa yang digunakan dalam wacana tersebut cukup sederhana untuk bisa dipahami siswa SD kelas 4.
    • Ruang lingkup wacana sudah sesuai untuk diberikan kepada siswa SD kelas 4. Wacana tersebut mengambil bahasan yang ada di sekitar anak yaitu mengenai jajanan.
 

Aku Telah Sadar

  • Wacana tersebut secara umum sudah sesuai untuk diberikan kepada siswa SD kelas 4. Bahasa yang digunakan dalam wacana tersebut mudah  dipahami oleh siswa SD kelas 4.
    • Ruang lingkup wacana sudah sesuai untuk diberikan kepada siswa SD kelas 4. Wacana tersebut mengambil bahasan yang sangat dekat dengan anak, yaitu mengenai keluarga.
 

IV/2

2

Pelajaran 7:

Pentingnya Menjaga Persahabatan

Menirukan pembacaan pantun

  • Pantun yang ada dalam buku tersebut kurang sesuai untuk diberikan kepada siswa SD kelas 4. Pantun tersebut masih menggunakan bahasa melayu yang sulit dipahami oleh siswa SD kelas 4.
  • Ruang lingkup pantun dalam buku tersebut sudah sesuai untuk diberikan kepada siswa SD kelas 4. Pantun tersebut mengambil tema yang dekat dengan anak menganai keluarga, sekolah, serta tentang agama.
 

IV/2

3

Pelajaran 8:

Bergembira dengan Permainan

Berbalas pantun

  • Pantun yang ada dalam buku tersebut sudah sesuai untuk diberikan kepada siswa SD kelas 4. Pantun tersebut menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa SD kelas 4.

 

  • Ruang lingkup pantun dalam buku tersebut sudah sesuai untuk diberikan kepada siswa SD kelas 4. Pantun tersebut mengambil tema yang dekat dengan anak yaitu keluarga.

IV/2

4

Pelajaran 9:

Berwisata ke Kebun Binatang

Menulis pengumuman

  • Materi dalam buku tersebut sudah sesuai untuk diberikan kepada siswa SD kelas 4. Bahasa yang digunakan dalam pengumuman tersebut cukup mudah dipahami oleh siswa SD kelas 4.
    • Ruang lingkup materi tersebut sudah sesuai untuk diberikan kepada siswa SD kelas 4. Pengumuman tersebut mengambil tema yang sesuai bagi anak yaitu mengenai perlombaan.
 

 

 

 

Membaca pengumuman

  • Materi dalam buku tersebut sudah sesuai untuk diberikan kepada siswa SD kelas 4. Bahasa yang digunakan dalam pengumuman tersebut tidak terlalu kompleks sehingga mudah dipahami siswa SD kelas 4.
  • Ruang lingkup materi dalam buku tersebut sudah sesuai siswa SD kelas 4. Pengumuman tersebut mengambil tema yang sesuai bagi anak yaitu mengenai persiapan mengikuti perlombaan.
 

IV/2

5

Pelajaran 10:

Sopan Santun Berkomunikasi

Menyampaikan Pesan melalui Telepon

  • Materi tersebut telah sesuai untuk diberikan kepada siswa SD kelas 4. Bahasa yang digunakan dalam wacana cukup sederhana dan tidak asing bagi siswa SD kelas 4.
  • Ruang lingkup materi dalam buku tersebut sudah sesuai siswa SD kelas 4. Wacana tersebut berkaitan dengan kehidupan sehari-hari anak yaitu mengenai tugas sekolah.
 

Meyampaikan Isi Pengumuman

  • Materi tersebut telah sesuai untuk diberikan kepada siswa siswa SD kelas 4. Bahasa yang digunakan dalam wacana cukup mudah dipahami oleh siswa sehingga siswa dapat menyampaikannya kembali secara mudah.
  • Ruang lingkup materi dalam buku tersebut sudah sesuai siswa SD kelas 4. Wacana tersebut mengambil tema yang dekat dengan anak yaitu mengani kehidupan di sekolah.
 

 

Berdasarkan hasil analisis buku teks Bahasa Indonesia SD kelas IV semester 2 yang ditulis oleh Edi Warsidi dan Farika dapat diketahui bahwa penyusunan materi ajar dalam buku teks tersebut secara umum sudah menggunakan sekuens dan scope yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan perkembangan siswa kelas 4 SD. Materi ajar diurutkan mulai dari materi yang tingkat kesulitannya rendah ke materi yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. Namun, ada bagian yang kurang sesuai dengan kemampuan siswa kelas 4 SD, misalnya pantun yang menggunakan bahasa melayu yang sulit dipahami siswa SD kelas 4. Sedangkan, untuk ruang lingkup materi ajar yang dipaparkan dalam buku tersebut sudah sesuai untuk diterapkan  bagi anak siswa kelas 4 SD.Ruang lingkup materi ajar pada buku ini disesuaikan denganluas bahan pelajaran, jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar pada tingkat perkembangan siswa kelas 4 SD.

 

 III.      PENUTUP

 3.1 Kesimpulan

Sekuens atau urutan yaitu susunan bahan pelajaran atau pengalaman belajar menurut aturan tertentu secara berurutan. Setiap bahan disusun secara sistematis mempunyai horizontal antar bidang studi satu dengan yang lainnya, sedangkan secara vertikal hubungan itu menunjukkan itu bahwa yang ada kelanjutannya untuk lebih didalami ditingkat berikutnya. Ada berbagai cara untuk menyusun sekuens bahan ajar diantaranya adalah sekuens kronologis, sekuens kausal, sekuens struktural, sekuens logis dan psikologis, sekuens spiral, sekuens rangkaian ke belakang, serta sekuens berdasarkan hierarki belajar.

Dalam menentukan urutan bahan ajar hendaknya dapat mempertimbangkan faktor-faktor dalam penempatan bahan pelajaran. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah taraf kesulitan bahan pelajaran, apresiasi atau pengalaman lampau, kematangan anak, usia mental anak, dan minat anak.

Berdasarkan hasil analisis buku teks Bahasa Indonesia SD kelas IV semester 2 yang ditulis oleh Edi Warsidi dan Farika dapat diketahui bahwa materi ajar dalam buku teks tersebut telah sesuai dengan kurikulum dan menggunakan beberapa sekuens materi ajar dalam penyusunannya. Sekuens materi ajar yang digunakan diantaranya adalah sekuens struktural, sekuens spiral, dan sekuens berdasarkan hierarki belajar. Penerapan sekuens tersebut dalam setiap pokok bahasan telah mempertimbangkan faktor-faktor seperti taraf kesulitan bahan pelajaran, apresiasi atau pengalaman lampau, kematangan anak, usia mental anak, dan minat anak. Materi ajar dalam buku teks tersebut secara umum juga sudah mencakup ruang lingkup yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan perkembangan siswa kelas 4 SD. Ruang lingkup materi ajar pada buku ini disesuaikan denganluas bahan pelajaran, jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar pada tingkat perkembangan siswa kelas 4 SD. Oleh karena itu, tata urutan dan ruang lingkup materi ajar buku teks Bahasa Indonesia SD kelas IV semester 2 yang ditulis oleh Edi Warsidi dan Farika telah sesuai digunakan sebagai buku panduan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa SD kelas 4.

3.2    Saran

Bagi guru diharapkan dapat lebih kritis dalam menggunakan buku teks.  Seorang guru hendaknya mengerti mengenai urutan dan ruang lingkup materi ajar yang akan disampaikan.  Sehingga guru tidak hanya terpaku pada buku teks yang digunakan, akan tetapi dapat mengoreksinnya sesuai dengan  tata urutan serta ruang lingkup yang tepat. Dengan demikian, seorang guru diharapkan dapat membelajarkan siswa sesuai dengan tingkat kemampuan dan kesiapannya dalam mempelajari materi ajar.

 

 

DAFTAR RUJUKAN 

Ali, Muhammad. 1992. Pengembangan Kurikulum Sekolah. Bandung: PT. Sinar

Baru

Nasution, S. 1994. Asas-asas Kurikulum. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Sukmadinata, Nana Syaodih.2005. Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT

Remaja Rosdakarya

Hidayah. 2012. Organisasi Kurikulum. (Online), (http://hidayah-cahayapetunjuk.blogspot.com/2012/03/organisasi-kurikulum.html) diakses pada tanggal 8 September 2012/ 19.00 WIB

Kusnadi, Eki. 2012. Scope and Sequence Pengembangan. (Online),

(http://filsafatmeningkatkantarafhidup.blogspot.com/2012/06/scope-and-squence-pengembangan.html) diakses pada tanggal 8 September 2012/ 19.00 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s